Dzikir di Malam Pergantian Tahun (Bagian 1)

Dzikir di Malam Pergantian Tahun (Bagian 1)

repost from http://republika.co.id:8080/koran/0/151065/Pesta_yang_Berbeda_Bagi_Selebritas
Oleh Nashih Nasrullah, Mohammad Akbar

Memang ada banyak cara untuk menyambut malam pergantian tahun. Sebagian kalangan merayakannya dengan menggelar pesta terompet dan kembang api. Ada yang berpawai keliling kota menggunakan kendaraan bermotor. Ada pula yang melewati detik-detik Tahun Baru dengan menyaksikan konser musik atau hiburan lainnya.

Namun, adakah manfaat dari semua keriuhan itu? Tahun berganti dan semua kebisingan pesta itu pun berlalu yang mungkin saja tanpa menyisakan nilai dalam diri. Seakan tak mau merasakan hal seperti itu, artis sekaligus presenter Mediana Hutomo memilih cara berbeda untuk menyambut pergantian tahun: berdzikir.
Mediana bergabung bersama ribuan jamaah lain mengikuti Dzikir Nasional yang digagas Republika sejak kegiatan ini pertama kali muncul sepuluh tahun lalu. Tidak hanya sekali, tapi berkali-kali. Baginya, berdzikir pada malam Tahun Baru mengingatkan kembali arti penting pemaknaan hidup.
Mengingat kembali perjalanan hidup yang telah dilalui Mediana selama setahun berlalu dan harapan akan lebih baik pada tahun yang baru. Ia menyikapi ajang pergantian tahun dengan kedewasaan dan kearifan. Tak terbesit keinginan dari benaknya untuk menyongsong Tahun Baru dengan hura-hura. ”Lebih baik berdoa, apa pun agamanya,” kata Mediana, Kamis (29/12).
Sejak tiga tahun terakhir, Mediana memang absen menghadiri Dzikir Nasional Republika yang digelar di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia, Jakarta Timur. Namun, ini tak berarti ia telah bosan menyebut asma Allah pada malam pergantian tahun. Ia tetap berdzikir di dalam hatinya.

Dzikir bersama di malam Tahun Baru yang kian populer membuat animo masyarakat untuk menghadirinya semakin tinggi. Ribuan bahkan puluhan ribu orang menghadirinya. Tak hanya ada di Masjid At-Tin, tapi kini menyebar di banyak masjid, tempat, dan daerah. Republika pun tahun ini menggelar acara ini di tiga daerah, yaitu Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.
Tiga artis muda, Meyda Sefira, Ramzi, dan Zee Zee Shahab, menyambut positif alternatif perayaan malam pergantian tahun melalui kegiatan berdzikir atau ibadah lainnya. ”Kalau aku biasanya kumpul bersama keluarga melakukan pengajian,” kata Zee Zee, aktris muda berdarah Arab ini, ketika berbincang dengan Republika di Jakarta.

Zee pun mengaku sudah pernah mendengar adanya kegiatan rutin Dzikir Nasional yang dilakukan setiap tahun di Masjid At-Tin TMII. Namun ia mengaku belum sempat saja untuk mengikuti kegiatan rutin menyambut pergantian tahun Masehi tersebut. ”Kalau aku sih melihat kegiatan itu bagus banget buat anak muda. Karena aku yakin berkumpul dengan orang-orang baik di saat pergantian tahun akan bisa memberikan kebaikan juga kepada kita,” tutur artis yang mengawali kariernya di dunia hiburan sebagai finalis GADIS Sampul 2001 ini.
Sementara Ramzi, pesinetron yang melejit pamornya ketika berperan sebagai Badrun dalam sinetron Cintaku di Rumah Susun, melihat adanya kegiatan dzikir bersama sebagai salah satu cara positif menyambut pergantian tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, dia melihat ada perubahan di masyarakat Indonesia untuk menyambut malam pergantian tahun.
Menurut Ramzi, kini telah ada beberapa alternatif kegiatan menyambut pergantian tahun tanpa harus melakukannya dengan pesta pora. ”Nah untuk Dzikir Nasional ini saya melihatnya sangat bagus,” kata pemeran sinetron Pesantren & Rock n’ Roll ini.

Selain menjadi ajang silaturahim, Ramzi menilai kegiatan semacam ini bisa memperlihatkan juga bahwa umat Islam di Indonesia itu mempunyai kekuatan dan kompak. ”Karena mereka kan biasanya datang dengan seragam putih-putih. Jadi dilihatnya asyik saja,” ujarnya.
Namun Ramzi tetap mengingatkan agar esensi dzikir itu sebaiknya jangan sampai dilupakan. Pendapat pribadi itu ia sampaikan karena umumnya kegiatan yang mengerahkan massa besar kerap kali membuat hakikat berdzikir menjadi luruh. ”Untuk itulah perlu juga adanya tausiyah yang bisa memberikan manfaat kepada mereka yang datang,” imbuh dia.

Untuk kegiatan Dzikir Nasional yang ke-10 ini, Republika sebagai penyelenggara menghadirkan beberapa tokoh untuk memberikan tausiyah. Mereka adalah Muhammad Maftuh Basyuni, Suryadharma Ali, Muhammad Arifin Ilham, Hidayat Nur Wahid, Yusuf Mansyur, KH Said Agil Siradj, KH Toto Tasmara, dan KH Tengku Zulkarnain.
Selain menghadirkan para tokoh ulama, Dzikir Nasional juga akan dimeriahkan dengan parade 100 beduk yang memperlihatkan kearifan kebudayaan Nusantara. Parade perkusi dan 100 beduk ini memainkan alat musik dari Aceh sampai Papua.

Nah lantas bagaimana dengan Meyda Sefira melihat kegiatan religius pada pengujung tahun? ”Di tengah budaya hedonis dengan melakukan pesta pora yang membuang-buang banyak uang, saya melihat kegiatan semacam ini sangat positif,” ujar bintang film Ketika Cinta Bertasbih ini.

Meyda mengatakan, menutup akhir tahun dan mengawali tahun dengan cara berdoa merupakan hal yang sangat dianjurkan dalam Islam. ”Untuk itu saya sangat mendukung adanya kegiatan dzikir menyambut Tahun Baru,” tandas mahasiswi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung ini.ed: budi raharjo

* * *

 

Jadilah muslimah sejati yang bukan saja sholehah tetapi juga memancarkan keimanan dan menjadi mutiara ilmu bagi keluarga dan umat. Hadiahkanlah buku bermutu bagi pribadi Anda atau orang-orang yang Anda sayangi.

Informasi dan pemesanan hubungi toko-toko buku dan distributor kami di kota Anda atau hubungi

Penerbit Madina Adipustaka

Telepon : (021) 87705740

SMS Center : 0858 14 MADINA (623462).

Find us on Facebook : www.facebook.com/madinaadipustaka

Follou us on Twitter : @penerbit_madina

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s