Bekerjalah karena Allah

Oleh Dr Abdul Mannan

Siapa yang tak ingin hidup layak, dihargai, dan dihormati. Semua orang tentu menginginkan hidup yang demikian itu. Tetapi, untuk bisa hidup layak, tidak bisa hanya dengan santai-santai, apalagi malas. Harus ada upaya keras (perjuangan) dan doa.

Hidup layak hanya bisa dicapai dengan cara bekerja keras, memeras keringat banting tulang. Bukan dengan cara menipu, korupsi, apalagi berdusta. Kalaupun dapat hidup layak dengan cara yang tidak semestinya, sesungguhnya ia telah mendudukkan diri dalam ketidaktenangan lahir batin yang menyusahkan diri dan seluruh keluarganya. Kondisi itu tak bisa dimungkiri sebab ketika seorang manusia berani berdusta dan hidup bergelimang harta karena kedustaannya itu, sesungguhnya ia telah mencampakkan eksistensi kemanusiaannya. Kemudian, cepat atau lambat ketidakjujurannya itu akan mengantarkannya pada kesengsaraan abadi.

Seorang Muslim haram berbuat dusta (korupsi, menipu) dalam usahanya mencari rezeki untuk keluarga. Bahkan, Islam tidak suka kepada orang yang bekerja secara tidak baik alias kerja asal jadi.

Sebaliknya, Islam sangat mencintai hamba-hamba Allah yang tekun, cermat, hati-hati, serta penuh inovasi dalam bekerja atau menjalankan tugas-tugas yang diembannya.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah senang bila seorang di antara kalian melaksanakan tugas dengan cermat.” (HR Baihaqi)

Artinya, setiap Muslim hendaklah memiliki sifat cermat, teliti, serta hati-hati dalam bekerja karena takwa kepada Allah. Bahkan, wajib bagi seorang Muslim yang bekerja, berupaya keras untuk senantiasa meningkatkan kualitas kerjanya.

Selain itu, Islam juga menghendaki seluruh umatnya bekerja dengan niat yang lurus dan ikhlas karena Allah. Tidak boleh bekerja dengan niatan, kalau ia tidak mengerjakannya, pekerjaan itu akan terbengkalai atau bukan semata-mata hanya karena mengukur upah. Namun, ia bekerja dengan teliti dan cermat sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemberi amanah (mandat, otoritas) agar pekerjaan yang dilakukan benar-benar mencapai target bersama sehingga tercitptalah maslahat bersama.

Dengan demikian, jelaslah bagi kita bahwa bekerja mencari rezeki harus menyertakan iman dan Islam. Karenanya, sangat memprihatinkan jika melihat fenomena hari ini di mana perilaku sebagian besar orang Islam tak lagi mencerminkan ajaran agamanya. Allah SWT sangat murka kepada orang yang bekerja sekehendak hatinya dan sengaja meninggalkan syariah-Nya. Apalagi dalam situasi seperti itu, dia tak pernah merasa bersalah dan berdosa. Terhadap manusia seperti ini Allah sungguh sangat murka.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan, “Telah bersabda Rasulullah SAW, ‘Sesungguhnya Allah SWT murka kepada setiap orang yang ahli dalam urusan dunia, (namun) bodoh dalam urusan akhirat).'” (HR Hakim)

Bodoh dalam urusan akhirat artinya tidak mengerti hukum syariat Allah (halal/haram hantam) dan tidak mau memahaminya dan menjalankannya dengan sungguh-sungguh.

Oleh karena itu, mari kita berbenah untuk menjadi Muslim yang bahagia. Yaitu, dengan cara menjadi Muslim yang bekerja karena Allah dengan berusaha membangun mentalitas kerja yang andal, cermat, teliti, dan penuh inovasi. Wallahu a’lam. (-)

* * *

Jadilah muslimah sejati yang bukan saja sholehah tetapi juga memancarkan keimanan dan menjadi mutiara ilmu bagi keluarga dan umat. Hadiahkanlah buku bermutu bagi pribadi Anda atau orang-orang yang Anda sayangi.

Informasi dan pemesanan hubungi toko-toko buku dan distributor kami di kota Anda atau hubungi

Penerbit Madina Adipustaka

Telepon : (021) 87705740

SMS Center : 0858 14 MADINA (623462).

Find us on Facebook : www.facebook.com/madinaadipustaka

Follou us on Twitter : @penerbit_madina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s