Haid dan Nifas

Haid dan nifas termasuk dalam kondisi yang membatalkan puasa, meskipun keduanya terjadi pada saat terakhir menjelang masuknya waktu buka puasa. Artinya, apabila seorang wanita mengalami haid atau nifas pada saat tersebut, maka puasanya pada
hari itu batal dan dia wajib meng qadhanya pada hari lain. Yang demikian ini adalah ijmak’ (kesepakatan) para ulama.

Catatan:

• Apabila seorang wanita tiba-tiba mengalami haid di tengah siang hari, puasanya batal dan dia tidak perlu melanjutkannya sampai magrib.
• Apabila seorang wanita mengalami haid pada bulan Ramadhan dan suci dari haid pada siang hari, maka ia boleh makan dan minum. Kemudian, seandainya suaminya baru saja pulang dari suatu perjalanan jauh dan berpuasa, maka ia dan suaminya dibolehkan bersetubuh sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya.
• Jika masa haidnya telah berakhir sebelum fajar dan dia berniat puasa, maka puasanya sah, meskipun dia baru mandi besar setelah terbitnya fajar.
Demikianlah jumhur ulama berpendapat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s